Abstrak— Industri logistik nasional menghadapi tekanan volume pengiriman yang terus meningkat seiring pertumbuhan e-commerce, namun stabilitas proses operasional belum sepenuhnya mengimbangi lonjakan tersebut. Penelitian ini menganalisis proses bisnis pengiriman paket reguler pada PT Kirim Cepat Nusantara (KCN Express) menggunakan kerangka kerja Business Process Management (BPM) untuk mengidentifikasi akar penyebab inefisiensi dan merumuskan desain ulang proses yang lebih efisien. Proses bisnis dipetakan dalam notasi Business Process Model and Notation (BPMN), lalu dianalisis secara kualitatif lewat Value-Added Analysis dan Root Cause Analysis (Fishbone dan Why-Why). Analisis kuantitatif dilakukan lewat Issue Register, Pareto Analysis, dan simulasi Cycle Time pada model As-Is dan To-Be. Hasil analisis menunjukkan dua akar masalah dominan yang menyumbang mayoritas inefisiensi, yaitu penumpukan (bottleneck) di Gateway Asal akibat kapasitas mesin sortir yang terlampaui hingga 166% saat peak season, dan tingginya tingkat pengiriman ulang (redelivery) di tahap Last Mile yang mencapai 10% dari total pengiriman harian. Rancangan proses To-Be yang mengusulkan strategi Pre-sorting Bypass (“Jalur Hijau”) di Drop Point dan validasi digital via WhatsApp sebelum pengantaran terbukti mampu memangkas total Cycle Time dari rata-rata 34,4 jam menjadi 25,5 jam, atau peningkatan efisiensi waktu sebesar 26%. Evaluasi menggunakan The Devil's Quadrangle menunjukkan peningkatan signifikan pada dimensi Waktu, Kualitas, dan Fleksibilitas, dengan trade-off penurunan kecil pada dimensi Biaya akibat kebutuhan investasi awal. Implementasi disarankan dilakukan bertahap, diawali proyek percontohan sebelum diluncurkan secara nasional.
Copyrights © 2026