Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik gerak awalan lompat jauh pada atlet Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Pekalongan berdasarkan pendekatan biomekanika. Teknik awalan merupakan salah satu fase yang sangat menentukan keberhasilan lompatan karena berfungsi menghasilkan kecepatan horizontal maksimal sebelum melakukan tolakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis gerak dua dimensi (2D). Subjek penelitian terdiri atas dua atlet lompat jauh PASI Kabupaten Pekalongan yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, perekaman video menggunakan kamera berkecepatan tinggi, serta analisis gerak menggunakan perangkat lunak Kinovea dan Dartfish untuk mengidentifikasi karakteristik teknik awalan. Parameter yang dianalisis meliputi peningkatan kecepatan lari setiap interval 8 meter, pola langkah, posisi tubuh, sudut gerak, serta kesesuaian teknik dengan indikator biomekanika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua atlet mengalami peningkatan kecepatan pada setiap interval 8 meter. Atlet pertama memperoleh rata-rata kecepatan sebesar 6,00 m/s, sedangkan atlet kedua memperoleh rata-rata kecepatan sebesar 5,57 m/s, dengan rata-rata keseluruhan kedua atlet sebesar 5,79 m/s. Analisis biomekanika menunjukkan bahwa atlet pertama memiliki teknik awalan yang lebih efektif dibandingkan atlet kedua, terutama pada aspek akselerasi, persiapan bertolak, dan langkah terakhir sebelum tolakan. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kekurangan berupa pelurusan tungkai yang belum optimal, posisi badan yang kurang ideal, serta variasi panjang langkah menjelang tolakan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dan atlet dalam memperbaiki teknik awalan sehingga mampu meningkatkan efektivitas tolakan dan prestasi lompat jauh.
Copyrights © 2026