Peningkatan kasus diabetes melitus (DM) di Kota Gorontalo memerlukan evaluasi pola pelayanan kefarmasian, khususnya bagi pasien BPJS. Ketidaktepatan pemilihan antidiabetes dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepatuhan pasien BPJS terhadap obat antidiabetes di Apotek Segar Sehat Gorontalo. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Data resep periode Februari sampai Mei 2026 dikumpulkan secara retrospektif menggunakan purposive sampling dengan total 105 sampel. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale. Mayoritas pasien adalah perempuan (68,57%) dan berusia di atas 65 tahun (35,24%). Pola peresepan kombinasi dua obat (Glibenklamid dan Metformin) paling mendominasi (56,19%). Evaluasi kepatuhan menunjukkan 39,05% pasien berada pada kategori kepatuhan sedang. Tingkat kepatuhan pasien terhadap obat antidiabetes didominasi oleh terapi kombinasi Glibenklamid dan Metformin, dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat pasien BPJS mayoritas berada pada kriteria sedang.
Copyrights © 2026