Perkembangan teknologi informasi mendorong pemerintah daerah untuk menghadirkan inovasi layanan publik berbasis digital. Kabupaten Malang yang memiliki potensi pariwisata sangat besar meluncurkan aplikasi MATIC (Malang Kabupaten Tourism Intelligence Center) pada tahun 2022 sebagai bentuk inovasi e-government di sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi aplikasi MATIC ditinjau dari efektivitas pemanfaatan, kualitas data, aksesibilitas layanan digital, serta faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Kabupaten Malang beserta pemangku kepentingan terkait. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Landasan teori yang digunakan meliputi teori implementasi kebijakan Edwards III, Technology Acceptance Model (TAM), smart tourism, dan usability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MATIC berjalan cukup baik namun belum optimal. Dari perspektif Edwards III, variabel sumber daya dan disposisi tergolong kuat, sementara aspek komunikasi masih lemah karena sosialisasi belum menjangkau masyarakat luas. Dari perspektif TAM dan smart tourism, MATIC dinilai bermanfaat sebagai pusat informasi pariwisata terpadu, namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fitur interaktif, akses yang terbatas pada perangkat iOS, inkonsistensi pembaruan data, dan belum tersedianya indikator evaluasi yang komprehensif.
Copyrights © 2026