Transformasi politik di Australia menuju bentuk pemerintahan demokratis adalah sebuah perjalanan sejarah yang terjadi secara perlahan melalui perubahan dalam lembaga-lembaga, tetapi analisis yang menggabungkan warisan kolonial, pembentukan federasi, reformasi politik, dan perubahan sosial dalam satu kerangka kajian masih sangat terbatas. Hal ini mengakibatkan pemahaman tentang cara konsolidasi demokrasi di Australia belum sepenuhnya jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses transformasi politik di Australia menuju pemerintahan demokratis dari sudut pandang historical institutionalism. Metodologi yang digunakan adalah penelitian sejarah melalui langkah-langkah heuristik, analisis sumber, interpretasi, dan historiografi, yang dikombinasikan dengan pendekatan kualitatif-analitis atas berbagai sumber primer dan sekunder. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa evolusi politik Australia terjadi secara bertahap melalui interaksi antara warisan kolonial Inggris, pembentukan Federasi Australia pada tahun 1901, penguatan sistem parlementer Westminster, reformasi pemilu, perkembangan sistem partai, serta independensi peradilan yang didorong oleh dinamika sosial-politik yang semakin inklusif. Sintesis dari hasil penelitian menciptakan model transformasi politik yang menjadikan warisan kelembagaan kolonial sebagai landasan untuk proses konsolidasi demokrasi melalui adaptasi lembaga yang berkesinambungan. Penemuan ini memperkaya kajian dalam sejarah politik dan demokratisasi serta memberikan kerangka analisis yang dapat diterapkan pada penelitian transformasi politik di negara-negara federal dan negara-negara Persemakmuran lainnya.
Copyrights © 2026