Glukosa darah puasa adalah parameter pemeriksaan yang diaplikasikan untuk merefleksikan konsentrasi glukosa di dalam darah pasca berpuasa selama 6 sampai 8 jam. Kenaikan kadar gula darah puasa dapat memicu kerusakan fungsi pada lapisan endotel pembuluh darah lewat mekanisme stres oksidatif sehingga secara teoritis berpotensi memengaruhi tekanan darah. Risiko komplikasi kardiovaskular dapat meningkat akibat kondisi ini, yang mana sering kali ditemukan pada populasi usia lanjut. Melalui pendekatan cross-sectional dalam metode observasional analitik, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi korelasi antara variabel glukosa darah puasa dengan tekanan darah pada kelompok lansia di Puskesmas Jetis II. Data penelitian dihimpun dari rekam medis populasi lansia yang sesuai dengan kriteria restriksi. Melalui metode total sampling, didapatkan ukuran sampel sebanyak 35 responden, yang kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar glukosa darah puasa sebesar 119,46 mg/dL, rerata tekanan darah sistolik sebesar 136,91 mmHg, dan rerata tekanan darah diastolik sebesar 77,29 mmHg. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar glukosa darah puasa dengan tekanan darah sistolik (p=0,837; r=0,036) maupun tekanan darah diastolik (p=0,272; r=0,191). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa status tekanan darah pada kelompok lansia di Puskesmas Jetis II tidak dipengaruhi secara signifikan oleh kadar glukosa darah puasa mereka.
Copyrights © 2026