Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan upaya pelestarian kesenian Randai Singkek Balabiah Panjang Tak Sampai oleh Sanggar Bukik Junjung Sirih di Jorong Kampung Tangah, Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Data yang terkumpul dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pelestarian Randai Singkek Balabiah Panjang Tak Sampai dilakukan melalui dua aspek, yaitu pengembangan kuantitas dan pengembangan kualitas. Pengembangan kuantitas dilakukan dengan menambah jumlah pelaku dari 10 menjadi 14 orang melalui perekrutan generasi muda, termasuk melibatkan perempuan dalam pertunjukan, serta memperluas kegunaan Randai agar tidak hanya ditampilkan pada acara adat tetapi juga pada festival dan berbagai kegiatan masyarakat. Pengembangan kualitas dilakukan melalui pelatihan terstruktur yang mencakup pembelajaran gerak, dendang, musik tradisional, serta penanaman nilai-nilai adat Minangkabau. Sanggar Bukik Junjung Sirih berperan sebagai pusat pewarisan budaya yang membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap kesenian Randai. Proses pelestarian juga didukung oleh sosialisasi kepada masyarakat, pembudayaan dalam kehidupan sehari-hari, pemanfaatan Randai dalam berbagai kegiatan, serta pewarisan dalam lingkungan kampung dan kaum kerabat.
Copyrights © 2026