Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Collaborative Governance melalui model Pentahelix terhadap efektivitas pelayanan publik di Malang Creative Center (MCC) Kota Malang. MCC merupakan fasilitas publik berbasis ekonomi kreatif yang mengintegrasikan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 4.036 entitas terdaftar yang terdiri atas pelaku industri kreatif, komunitas, tenant aktif, dan pengguna layanan MCC. Sampel sebanyak 98 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% dan teknik sampling insidental. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert empat poin dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi, regresi linier sederhana, uji hipotesis, dan koefisien determinasi dengan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan Collaborative Governance berada pada kategori sangat tinggi dengan grand mean 3,47 dan efektivitas pelayanan publik sebesar 3,44. Analisis regresi menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dengan signifikansi 0,000 < 0,05 dan persamaan Y = 27,322 + 0,697X. Koefisien korelasi 0,434 menunjukkan hubungan positif kategori sedang, sedangkan R Square 0,189 menunjukkan kontribusi pengaruh sebesar 18,9%. Dengan demikian, penerapan Collaborative Governance melalui model Pentahelix berkontribusi positif terhadap peningkatan efektivitas pelayanan publik di MCC Kota Malang.
Copyrights © 2026