Hadis mengenai wanita sebagai penyebab fitnah dalam Shahih Bukhari no. 5087 sering menjadi kontroversi dalam diskusi tentang kesetaraan gender dan feminisme Islam. Sebagian orang menganggap hadis ini sebagai sebuah bentuk penghinaan terhadap perempuan, karena dianggap menempatkan perempuan sebagai penyebab kerusakan moral pada pria. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis hadis tersebut secara mendalam melalui pendekatan kualitatif, menggunakan metode studi teks dan analisis konteks. Informasi diperoleh dari sumber primer seperti Shahih Bukhari dan buku-buku syarah, serta sumber sekunder dari analisis feminis dan tafsir tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dari segi sanad dan matan, hadis ini autentik dan tidak mengindikasikan kecenderungan misoginis jika diinterpretasikan dalam kerangka maqasid al-syari'ah, konteks sosial-historis, serta disiplin ilmu hadis. Istilah “fitnah” dalam hadis sebaiknya dipahami sebagai tantangan spiritual dan moral bagi pria dalam mengendalikan hawa nafsunya. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan yang terbatas dan langsung terhadap hadis dapat menyebabkan kesalahpahaman, serta menekankan pentingnya analisis intertekstual dan hermeneutika kontekstual untuk memahami pesan kenabian secara adil dan seimbang.
Copyrights © 2025