Fera Tamia
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hadis-Hadis Larangan Bullying dan Implementasinya di Pondok Pesantren Al-Ikhwan Assalam Serapuh Fera Tamia; Nurliana Damanik; Munandar Munandar
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 3 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v9i3.5627

Abstract

Bullying remains a real problem within Islamic boarding schools (pesantren), even though these institutions are oriented toward the development of Islamic morals and character. The gap between the Islamic values taught and the daily practices of students (santri) serves as the primary background of this research. This study aims to analyze the hadiths of the Prophet Muhammad (peace be upon him) concerning the prohibition of bullying and to examine the implementation of these values in the lives of students at Pondok Pesantren Al-Ikhwan Assalam Serapuh, Langkat Regency, North Sumatra. A qualitative approach with field research was employed, involving 10 informants (1 administrator, 2 caretakers, 1 teacher, and 6 students) selected through purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model and a thematic hadith approach (mawḍū‘ī). The findings reveal that verbal bullying is the most dominant form and is often perceived as joking, thus frequently unrecognized as a violation of Islamic teachings; social bullying was also found, while physical and psychological bullying occurred at lower intensities. Contributing factors include students' limited understanding of bullying boundaries, excessive joking culture, textual religious comprehension, and suboptimal anti-bullying socialization. Implementation of hadith values is carried out through role modeling by caretakers, supervision of student interactions, hadith-based religious instruction, and enforcement of rules with educational sanctions. The study concludes that hadiths prohibiting bullying have strong relevance as a normative foundation for anti-bullying efforts; however, the internalization of these values into students' behavior remains suboptimal. Therefore, strengthening moral development, systematic anti-bullying socialization, and continuous habituation of hadith values are essential to create a safe, harmonious, and Islamically characterized boarding school environment.
Pemanfaatan Hadis Sebagai Konten Media Sosial Guna Memperkuat Strategi Komunikasi Dakwah Fera Tamia; Rahmi Syahriza; Tonang Lubis
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i1.4676

Abstract

 Perkembangan media digital telah menggeser pola penyebaran hadis dari tradisi kitab ke media sosial, yang menimbulkan isu krusial seperti maraknya konten hadis tanpa sanad, potensi penyebaran hadis palsu (maudhu'), dan komodifikasi agama untuk kepentingan komersial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan hadis sebagai konten digital pada platform Instagram dan TikTok serta dampaknya terhadap validitas dan pemahaman keagamaan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui studi literatur (kajian pustaka) dan dokumentasi konten dari akun-akun dakwah terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan ganda: memfasilitasi akses dakwah yang luas dan kreatif, namun di sisi lain banyak konten hadis yang tidak memenuhi standar ilmiah seperti ketiadaan sanad, sumber rujukan, dan penjelasan kontekstual, sehingga berisiko menyebabkan kesalahpahaman dan reduksi otoritas hadis sebagai sumber hukum Islam. Temuan ini menggarisbawahi urgensi literasi digital keagamaan dan penerapan prinsip verifikasi (takhrij) dalam produksi dan konsumsi konten keagamaan di ruang digital.