Tingginya jumlah barang dilarang (prohibited items) yang ditemukan di area Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Bandar Udara Internasional Komodo-Labuan Bajo sepanjang tahun 2025 mengindikasikan masih rendahnya pemahaman penumpang terhadap regulasi barang bawaan, yang pada akhirnya menghambat kelancaran proses pemeriksaan keamanan. Kondisi ini diduga terkait dengan penempatan media informasi yang belum strategis serta minimnya variasi bentuk media edukasi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan media informasi digital terhadap penguatan informasi tentang prohibited items, serta mengidentifikasi bentuk media informasi yang dinilai paling efektif. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan strategi eksplorasi berurutan, melalui observasi lapangan, wawancara terhadap 5 informan kunci, dan kuesioner terhadap 97 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling menggunakan rumus Slovin, kemudian dianalisis dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil uji regresi linear sederhana menghasilkan persamaan Y = 15,484 + 0,734X (t = 13,069; sig. 0,000 < 0,1; F = 170,797), yang membuktikan bahwa media informasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap penguatan informasi tentang prohibited items, dengan kontribusi sebesar 64,3% (R = 0,802; R² = 0,643). Secara kualitatif, media informasi yang tersedia saat ini berupa satu standing banner pada posisi yang kurang strategis dinilai belum efektif menjangkau penumpang. Penelitian ini merekomendasikan penerapan video animasi edukatif, digital signage interaktif di titik-titik strategis terminal, serta integrasi media sosial dan aplikasi mobile guna meningkatkan kepatuhan penumpang dan mendukung keselamatan operasional penerbangan.
Copyrights © 2026