Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana komunikasi sekolah berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMK Palapa Bandar Lampung. Penelitian ini dimotivasi oleh tingkat partisipasi siswa yang relatif rendah meskipun sekolah telah menerapkan beberapa strategi komunikasi, termasuk Program Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), orientasi anggota baru, penilaian ekstrakurikuler, dan penggunaan media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi sekolah diimplementasikan melalui empat strategi utama: sosialisasi selama Program Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), orientasi anggota baru, penilaian ekstrakurikuler sebagai bentuk apresiasi, dan pemanfaatan media sosial untuk menyebarluaskan informasi. Selain itu, komunikasi interpersonal antara Wakil Kepala Sekolah Bidang Kemahasiswaan, pembimbing ekstrakurikuler, pelatih, anggota komite siswa, dan siswa memperkuat pemahaman, motivasi, dan kepercayaan siswa, yang mendorong partisipasi yang lebih besar dalam kegiatan ekstrakurikuler. Studi ini menyimpulkan bahwa komunikasi sekolah berkelanjutan yang mengintegrasikan komunikasi formal, komunikasi interpersonal, dan media sosial memainkan peran penting dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMK Palapa Bandar Lampung.
Copyrights © 2026