Merokok merupakan kebiasaan yang dapat meningkatkan paparan karbon monoksida dan memengaruhi sistem transport oksigen dalam darah melalui pembentukan karboksihemoglobin (COHb) serta perubahan nilai hematokrit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar karboksihemoglobin dengan hematokrit pada perokok aktif di Asrama Mahasiswa Bangka. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional pada 25 mahasiswa perokok aktif yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pemeriksaan kadar COHb dilakukan menggunakan metode spektrofotometri ultraviolet-visible, sedangkan pemeriksaan hematokrit menggunakan alat hematologi analyzer. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki kadar COHb di atas nilai normal dengan rata-rata 7,13±0,716% serta nilai hematokrit yang cenderung meningkat dengan rata-rata 47,5±3,013%. Meskipun kedua parameter menunjukkan peningkatan, hasil uji korelasi Spearman memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,130 dengan nilai signifikansi p=0,535 (p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar COHb dengan nilai hematokrit pada perokok aktif di Asrama Mahasiswa Bangka. Peningkatan kadar COHb dan hematokrit pada responden menunjukkan kebiasan merokok tetap perlu mendapat perhatian karena berpotensi mengganggu sistem transport oksigen dan sistem hematologi tubuh.
Copyrights © 2026