Kandidiasis adalah suatu infeksi disebakan oleh jamur Candida albicans dan masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan karena meingkatnya kasus resistensi terhadap antijamur sintesis. Daun kemangi (Ocimum sanctum L) teridentifikasi memiliki kandungan berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi digunakan sebagai antijamur alami. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis kemampuan berbagai konsentrasi ekstrak daun kemangi dalam menekan pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Ekstrak daun kemangi diperoleh menggunakan teknik maserasi dengan pelarut etanol 96%. Studi ini menggunakan 24 sampel yang bagi menjadi empat kelompok kontrol positf berupa Nistatin dan kontrol negatif berupa akuades. Aktivitas antijamur diuji dengan melalui teknik difusi cakram. Data analisis dengan Shapiro - Wilk kemudian dilanjutkan dengan uji Kruskal- Walls dengan post hoc uji Mann - Whitney. Hasil menunjukan semua konsentrasi tidak terdapat perbedaan yang bermakna namun perbedaan bermakna ditemukan pada kontrol posistif dan negatif. Konsentrasi ekstrak daun kemangi mampu mengendalikan pertumbuhan Candida albicans, dengan diameter pengambatan terbesar diperoleh pada konsentrasi 25% yaitu 3,5 mm dan konsentrasi 50% sebesar 2,50 mm. Meskipun demikian, berdasarkan diameter zona hambat yang di hasilkan, ekstrak kemangi belum menunjukan efektivitas yang optimal terhadap Candida albicans aktitivitas penghambatan yang terbentuk masih tergolong rendah.
Copyrights © 2026