Gangguan keseimbangan kini mulai mengancam kelompok usia produktif akibat gaya hidup sedentari dan beban kerja, sehingga deteksi dini melalui Functional Reach Test (FRT) menjadi krusial dalam program promotif-preventif di Posbindu Idaman UNRIYO. Tujuan kegiatan ini untuk mengidentifikasi risiko jatuh pegawai UNRIYO via metode FRT guna intervensi keseimbangan dan peningkatan kesehatan. Melalui metode skrining terhadap 84 pegawai pada Juni 2025 dengan instrumen FRT-KMS, ditemukan bahwa mayoritas responden (58,4%) memiliki potensi gangguan keseimbangan, dengan rincian 2,4% risiko tinggi (<17,5 cm), 56% risiko sedang (17,6–28,9 cm), dan hanya 41,7% yang memiliki risiko rendah (> 29 cm). Temuan ini sejalan dengan teori penurunan stabilitas postural gradual pada dewasa muda dan mendukung urgensi skrining kesehatan institusional. Secara keseluruhan, FRT terbukti sebagai instrumen praktis yang efektif untuk mengidentifikasi risiko jatuh, yang hasilnya merekomendasikan pentingnya intervensi berupa edukasi ergonomi dan latihan penguatan otot inti guna menjaga produktivitas kerja pegawai di lingkungan kampus.
Copyrights © 2026