Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak signifikan terhadap pola bermain anak-anak di wilayah pedesaan pesisir. Kondisi ini menyebabkan permainan tradisional sebagai bagian dari kearifan lokal semakin terlupakan. Pengabdian ini bertujuan untuk merevitalisasi permainan tradisional melalui kegiatan sosialisasi kepada anak-anak di RW 02 Dusun Lemukutan Besar, Desa Lemukutan, Kabupaten Bengkayang. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahapan utama, yaitu: (1) persiapan melalui koordinasi dengan pemerintah desa, tokoh adat, ketua RW, dan sekolah dasar; (2) eksekusi kegiatan berupa pengenalan, praktik, dan refleksi permainan tradisional; dan (3) evaluasi menggunakan form kesan peserta dan dokumentasi visual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak tidak lagi mengenal permainan gasing, galah asin, dan engklek sebelum program dilaksanakan. Namun, setelah intervensi, terlihat antusiasme tinggi, peningkatan interaksi sosial, serta tumbuhnya pemahaman anak terhadap nilai budaya lokal. Kegiatan ini berhasil menjadi sarana konservasi budaya dan mendorong partisipasi masyarakat untuk pelestarian permainan tradisional secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026