Perkembangan smart manufacturing dalam kerangka Industry 4.0 menuntut transformasi strategi perawatan mesin menuju pendekatan berbasis data dan kecerdasan sistem. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Maintenance Intelligence sebagai penggerak strategi perawatan mesin pada sistem smart manufacturing. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan data kuantitatif dan kualitatif dari industri manufaktur komponen otomotif skala menengah di Indonesia. Data kuantitatif meliputi downtime, Mean Time Between Failure, Mean Time To Repair, availability, serta data sensor getaran dan suhu bearing selama enam bulan. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dan observasi langsung aktivitas maintenance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preventive maintenance berbasis waktu belum efektif mencegah kegagalan mendadak, ditunjukkan oleh availability mesin di bawah target perusahaan. Data sensor menunjukkan peningkatan signifikan getaran dan suhu sebelum kegagalan bearing. Keterbatasan integrasi data sensor dengan CMMS menyebabkan pengambilan keputusan perawatan masih bersifat reaktif. Temuan ini memperkuat pentingnya Maintenance Intelligence dalam mendukung keberlanjutan kinerja aset produksi pada industri manufaktur.
Copyrights © 2026