Latar Belakang: Gangguan siklus menstruasi dialami oleh sebagian besar remaja putri. Dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan reproduksi, termasuk risiko infertilitas. Faktor yang memengaruhi keteraturan siklus antara lain usia menarche dan asupan gizi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia menarche dan asupan zat gizi (energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin C, dan zat besi) dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri. Metode: Desain analitik Cross-Sectional pada 100 remaja puteri di SMK Negeri 1 Kota Palu, yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Data usia menarche dan siklus menstruasi dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan asupan zat gizi melalui food recall. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan p<0,05. Hasil: Sebanyak 53% remaja putri mengalami siklus menstruasi tidak normal. Usia manrche tidak berhubungan signifikan dengan siklus menstruasi sedangkan asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin C dan zat gizi menunjukkan hubungan yang signifikan P<0,05. Simpulan: Asupan zat gizi makro dan mikro (vitamin C dan zat besi) berhubungan signifikan dengan siklus menstruasi pada remaja, sedangkan usia menarche tidak. Saran: Mempertimbangkan faktor lain yang berpotensi memengaruhi siklus menstruasi, seperti stres, aktivitas fisik, dan status gizi. Tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan di sekolah berkaitan dengan sistem reproduksi.
Copyrights © 2026