Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Edukasi Dampak Pernikahan Usia Dini dengan Stunting menggunakan Medium Video terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa SMPN 18 Kinovaro, Kab. Sigi : Effectiveness of Education on the Impact of Early Childhood Marriage on Stunting Using Video Medium on Knowledge and Attitudes of Students of SMPN 18 Kinovaro, Sigi Regency Yuni Alda Rinda SL. Taim; Adillah Imansari; Lilik Sofiatus Solikhah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 11: November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i11.5679

Abstract

Penanganan stunting yang tidak tepat dapat berdampak pada kehidupan anak hingga tumbuh dewasa. Perlu dikaji intervensi edukasi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa sebagai tindakan preventif. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh efektivitas edukasi dampak pernikahan usia dini dengan stunting menggunakan medium video terhadap pengetahuan dan sikap siswa. Desain eksperimen kuasi pre-post test dengan jumlah sampel masing-masing 35 siswa pada kelompok eksperimen dan kontrol di SMPN 18 Kinovaro, Kab. Sigi. Analisis pengaruh menggunakan uji paired sampel t test dengan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian sebelum intervensi skor pengetahuan dan skor sikap berbeda signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil setelah intervensi (post-test 2) menunjukkan terdapat perbedaan signifikan skor pengetahuan dan skor sikap pada kelas eksperimen yang cenderung lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Pemberian edukasi menggunakan medium video lebih efektif dibandingkan dengan media PPT (power point) dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap pada siswa SMPN 18 Kinovaro, Kab. Sigi
Hubungan Pemilih Makanan dan Citra Tubuh dengan Status Gizi pada Remaja Putri SMA Negeri 2 Palu Alda Asran; Lilik Sofiatus Solikhah; Hardianti Hardianti
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 3 No. 2 (2025): Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v3i2.686

Abstract

Adolescent girls are susceptible to nutritional and psychological problems due to changes during puberty. Selective eating behavior and negative body image perceptions may affect nutritional intake, potentially leading to eating disorders and mental health issues. This study aimed to examine the relationship between food selectivity and body image with nutritional status in adolescent girls. A quantitative, cross-sectional design was used, involving 89 purposively sampled female adolescents aged 15–19 years from a population of 790. Anthropometric measurements were conducted using a microtoise and a digital scale, and data were analyzed using the chi-square test. Results showed that 17.5% of participants were undernourished. There was no significant association between food selectivity and nutritional status (p = 0.454), but a significant association was found between negative body image and abnormal nutritional status (p = 0.001). In conclusion, body image is significantly associated with nutritional status, whereas food selectivity is not, among adolescent girls at SMA Negeri 2 Palu.  
STIK KEJU BERBASIS BAHAN LOKAL KAYA ANTIOKSIDAN: SUBSTITUSI EKSTRAK BUNGA TELANG DAN TEPUNG UBI JALAR UNGU Nuristha Febrianti; Febr Yolanda Pasau; Lilik Sofiatus Solikhah
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 6 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/8cqspj97

Abstract

This study aimed to develop an alternative snack rich in antioxidants and to examine differences in acceptability and nutrient content among formulations. A completely randomized design (CRD) was used with three formulations combining butterfly pea flower extract and purple sweet potato flour: F1 (50%:50%), F2 (65%:35%), and F3 (70%:30%). Organoleptic testing was conducted with 30 semi-trained panelists using a 7-point hedonic scale, while nutritional analysis measured antioxidant content, carbohydrates, protein, and fiber. The sensory evaluation found no significant differences (p>0.05) in color, aroma, taste, and texture. However, the nutritional analysis showed significant differences (p<0.05) in antioxidant, carbohydrate, and protein contents, but not in fiber levels. F1 had the highest antioxidant content (89.10 ppm), with carbohydrate at 13.91%, protein at 6.20%, and fiber at 8.16%. Based on these results, F1 was identified as the best formulation and shows potential for development as a healthy, locally sourced snack with high antioxidant content.
Frekuensi dan Durasi Penyakit Infeksi pada Balita Stunting Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura: Frequency and Duration of Infectious Diseases in Stunted Toddlers Aged 24-59 Months in the Working Area of Kamaipura Health Center Arif Nursin; Adilah Imansari; Lilik Sofiatus Solikhah
Integrated Nutrition Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Integr. Nutr. J.
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/q5sfte20

Abstract

Latar belakang: Stunting masih menjadi masalah prioritas. Kondisi ini bukan hanya disebabkan oleh asupan zat gizi yang kurang, tetapi juga diperburuk oleh penyakit infeksi yang sering terjadi pada anak. Tujuan: Tujuan untuk melihat hubungan frekuensi dan durasi penyakit infeksi pada balita stunting. Metode: Penelitian desain case-control pada populasi balita usia 24-59 bulan dengan jumlah sampel 92 balita yang dibagi menjadi dua kelompok case dan control. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, pengukuran tinggi badan serta pencatatan riwayat penyakit infeksi dalam enam bulan terakhir menggunakan buku KIA. Hasil: Proporsi balita memiliki frekuensi penyakit infeksi jarang sebesar 75%, serta balita yang memiliki durasi penyakit infeksi tidak lama sebesar 59,8%. Diketahui balita stunting dengan penyakit infeksi jarang sebesar 89,1% dan dengan durasi lama sebesar 58,7% Terdapat hubungan antara frekuensi dan durasi penyakit infeksi dengan kejadian stunting (masing masing p< 0,001). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara frekuensi dan durasi penyakit infeksi pada balita stunting usia 24-59 bulan. Penyakit infeksi perlu menjadi prioritas dalam upaya penurunan stunting melalui perbaikan sanitasi, serta edukasi kepada ibu balita.