Artikel ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan kurikulum pendidikan dasar berbasis karakteristik peserta didik dan konteks lokal. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan satuan pendidikan dasar untuk mengembangkan kurikulum yang tidak hanya mengacu pada standar nasional, tetapi juga relevan dengan keragaman peserta didik dan lingkungan tempat mereka belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku teori kurikulum, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Analisis dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi tema, sintesis konsep, dan perumusan model. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum pendidikan dasar perlu mengintegrasikan tiga unsur utama, yaitu standar nasional, karakteristik peserta didik, dan konteks lokal. Model yang dirumuskan mencakup delapan tahap, yaitu analisis standar dan capaian pembelajaran, pemetaan karakteristik peserta didik, pemetaan konteks lokal, perumusan tujuan pembelajaran, pengembangan materi dan sumber belajar kontekstual, pemilihan strategi pembelajaran berdiferensiasi, asesmen autentik, serta evaluasi berkelanjutan. Model ini diharapkan dapat membantu sekolah dasar menyusun kurikulum yang adaptif, kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada kebutuhan nyata peserta didik.
Copyrights © 2026