Struktur kepemilikan dan mekanisme pengawasan dewan berperan krusial dalam menjaga reputasi serta memitigasi risiko perbankan. Kedua faktor ini secara signifikan mampu mempengaruhi nilai perusahaan yang menjadi indikator kinerja dan prospek masa depan bagi investor. Nilai perusahaan yang tinggi mencerminkan fundamental kuat, sementara nilai rendah menunjukkan kinerja operasional yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh struktur kepemilikan dan mekanisme pengawasan dewan terhadap nilai perusahaan perbankan di Indonesia pada tahun 2021-2024. Penelitian ini mengambil data dari laporan tahunan pada perusahaan sub sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2021 hingga 2024. Struktur kepemilikan diproksikan dengan kepemilikan terkonsentrasi dan kepemilikan asing, sedangkan nilai perusahaan diproksikan dengan Tobin’s Q. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan asing berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Sedangkan kepemilikan terkonsentrasi dan mekanisme pengawasan dewan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa ketiga variabel independen bisa menjelaskan 36% variabel dependen yaitu nilai perusahaan. Sisanya 64% dipengaruh oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kehadiran investor asing cukup efektif dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pengambilan keputusan melalui pengawasan manajerial yang lebih kuat. Pengetahuan global dari investor asing juga terbukti mampu memperbaiki kualitas tata kelola dibandingkan investor domestik.
Copyrights © 2026