Pemahaman konsep bangun datar pada siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan karena konsep geometri cenderung bersifat abstrak sehingga sulit dipahami melalui pembelajaran konvensional. Penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi yang dipadukan dengan budaya lokal menjadi salah satu alternatif untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih konkret dan bermakna. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media Augmented Reality berbasis budaya lokal Kabupaten Sumedang dan GeoGebra terhadap pemahaman konsep bangun datar siswa sekolah dasar, sekaligus membandingkan efektivitas kedua media tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain non-equivalent pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Sumedang Selatan yang memperoleh perlakuan menggunakan media yang berbeda. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, Paired Sample t-Test, Independent Sample t-Test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media mampu meningkatkan pemahaman konsep bangun datar siswa. Kelompok yang belajar menggunakan media Augmented Reality berbasis budaya lokal Kabupaten Sumedang memperoleh rata-rata N-Gain sebesar 0,44 dengan kategori sedang, sedangkan kelompok yang menggunakan GeoGebra memperoleh rata-rata N-Gain sebesar 0,27 dengan kategori rendah. Hasil Independent Sample t-Test menghasilkan nilai signifikansi 0,001, yang menunjukkan adanya perbedaan peningkatan pemahaman konsep yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, media Augmented Reality berbasis budaya lokal Kabupaten Sumedang lebih efektif dibandingkan GeoGebra dalam meningkatkan pemahaman konsep bangun datar siswa sekolah dasar. Temuan ini menegaskan bahwa pengintegrasian teknologi digital dengan budaya lokal dapat mendukung terciptanya pembelajaran matematika yang lebih kontekstual, interaktif, dan bermakna.
Copyrights © 2026