Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam media sosial telah membawa perubahan besar dalam pola komunikasi publik, namun juga memunculkan potensi fasad berupa disinformasi, manipulasi opini, dan degradasi moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran etika Qur’ani sebagai landasan moral dalam penggunaan AI serta strategi pencegahan fasad melalui integrasi etika Qur’ani dan literasi digital. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui analisis isi terhadap berbagai literatur ilmiah, sumber keislaman, dan kajian teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip etika Qur’ani seperti tabayyun, amanah, ṣidq, dan ‘adl memiliki relevansi kuat dalam mengontrol penggunaan AI agar tidak menimbulkan kerusakan informasi di ruang publik media sosial. Selain itu, literasi digital berperan sebagai keterampilan praktis dalam memahami algoritma dan memverifikasi informasi. Integrasi keduanya terbukti menjadi strategi efektif dalam mencegah fasad digital dengan membangun kesadaran moral dan kemampuan kritis pengguna.
Copyrights © 2026