Permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi siswa disebabkan pembelajaran yang kurang melibatkan siswa secara aktif serta belum optimal dalam menerapkan kegiatan pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi siswa melalui model pembelajaran RAKAT. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan pada siswa kelas V SDN Sungai Miai 4 Banjarmasin tahun pelajaran 2025/2026 sebanyak 18 orang siswa. Data penelitian meliputi data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi aktivitas guru, siswa, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari teknik pengukuran tes tertulis. Indikator keberhasilan penelitian ditetapkan apabila ≥80% siswa mencapai KKM ≥75. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru mendapatkan kriteria "sangat baik". Aktivitas siswa secara klasikal mencapai 88,8% dengan kriteria "sangat aktif" sedangkan hasil belajar secara klasikal mencapai 88,8% pada pertemuan 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi serta hasil belajar. Penerapan model pembelajaran RAKAT memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran melalui pembelajaran berbasis masalah yang menciptakan pengalaman belajar bermakna, sehingga keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan hasil belajar siswa dapat berkembang secara optimal.
Copyrights © 2026