Permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi disebabkan karena kesulitan siswa dalam mengenali dan memahami realitas yang diberikan guru, kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat, partisipasi siswa belum merata saat diskusi dan metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, keterampilan kolaborasi melalui penerapan model LENTERA yang mengintegrasikan Problem Based Learning , Think Talk Write , dan Numbered Heads Together . Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan pada murid kelas IV SDN Sungai Miai 4 Banjarmasin sebanyak 28 murid. Data penelitian meliputi data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari teknik pengukuran tes tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru memperoleh kriteria ”sangat baik”, aktivitas murid meningkat dari 39% menjadi 92%, keterampilan berpikir kritis meningkat dari 29% menjadi 92%, keterampilan komunikasi meningkat dari 36% menjadi 100%, dan keterampilan kolaborasi meningkat dari 29% menjadi 100%. Hasil belajar murid pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik juga mengalami peningkatan hingga mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, model LENTERA efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan abad ke-21 dan hasil belajar murid pada pembelajaran Pendidikan Pancasila.
Copyrights © 2026