Perundungan (Bullying) menjadi masalah serius di kalangan siswa sekolah menengah yang dapat berdampak negatif terhadap perkembangan akademik, sosial, dan psikologis peserta didik. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dirancang sebagai pendekatan holistik yang mengintegrasikan nilai-nilai cinta kepada Tuhan, sesama, lingkungan, dan diri sendiri dalam setiap proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan KBC terhadap pencegahan perundungan di kalangan siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Surakarta. Hipotesis awal penelitian mengasumsikan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan antara penerapan KBC dan pencegahan perundungan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan correlational research. Data dikumpulkan dari 65 siswa kelas VII melalui teknik sampling purposive. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen angket (kuesioner) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana untuk menguji hipotesis dan menentukan tingkat signifikansi pengaruh variabel independen (KBC) terhadap variabel dependen (pencegahan perundungan). Seluruh prosedur analisis statistik menggunakan software SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara penerapan Kurikulum Berbasis Cinta terhadap pencegahan perundungan di kalangan siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Surakarta. Tingkat penerapan KBC secara umum berada pada kategori sedang (72,3% siswa), demikian pula tingkat perundungan juga berada pada kategori sedang (69,2% siswa). Temuan ini mengindikasikan bahwa implementasi KBC telah membawa dampak namun masih memerlukan penguatan dan optimalisasi lebih lanjut untuk mencapai efektivitas maksimal dalam upaya pencegahan perundungan di sekolah.
Copyrights © 2026