Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman dan internalisasi nilai-nilai akhlak mahmudah pada peserta didik serta masih ditemukannya perilaku yang mencerminkan akhlak madzmumah di lingkungan sekolah. Selain itu, pembelajaran yang cenderung konvensional menyebabkan peserta didik kurang aktif dan kesulitan menghubungkan materi akhlak dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode pembelajaran berbasis kasus dalam upaya menghindari akhlak madzmumah, membiasakan akhlak mahmudah, serta mengetahui dampaknya terhadap pembentukan karakter peserta didik di kelas X SMAN 6 Palopo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik kelas X SMAN 6 Palopo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode pembelajaran berbasis kasus mampu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran karena materi dikaitkan dengan kasus nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Metode ini juga membantu peserta didik memahami secara lebih mendalam perbedaan antara akhlak madzmumah dan akhlak mahmudah serta menumbuhkan kesadaran untuk menerapkan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, terjadi perubahan sikap dan perilaku peserta didik, seperti lebih menjaga tutur kata, bersikap sopan, bertanggung jawab, dan berusaha menepati janji. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa kurangnya rasa percaya diri sebagian peserta didik dalam menyampaikan pendapat saat diskusi. Dengan demikian, metode pembelajaran berbasis kasus terbukti memberikan dampak positif terhadap aspek kognitif, afektif, dan pembentukan karakter peserta didik
Copyrights © 2026