Jagung hibrida (Zea mays L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia, namun performa varietas komersial yang beredar sering kali hanya diketahui dari klaim produsen benih tanpa pengujian independen pada kondisi lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan rendemen dan kadar air biji pada enam varietas jagung hibrida komersial (BISI 18, NK 6172, P 36, PAC 789, Pertiwi 1, Pertiwi 6). Penelitian dilaksanakan di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, pada Januari 2026, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat ulangan. Rendemen dihitung dari rasio bobot pipil terhadap bobot tongkol, sedangkan kadar air diukur menggunakan moisture content tester. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa varietas berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen (F hitung = 13,37) dan kadar air biji (F hitung = 10,07). PAC 789 memiliki rendemen tertinggi (84,35%) namun juga berkadar air relatif tinggi, sedangkan Pertiwi 1 berkadar air terendah (26,20%) meski rendemennya paling rendah (78,36%). Ditemukan pola trade-off antara rendemen dan efisiensi pengeringan pascapanen. Informasi ini direkomendasikan sebagai pertimbangan objektif bagi petani dalam memilih varietas sesuai prioritas hasil atau kemudahan penanganan pascapanen.
Copyrights © 2026