Pengendalian mutu produksi pangan secara konvensional masih banyak mengandalkan pengambilan contoh acak tanpa mempertimbangkan tingkat risiko pada setiap titik proses, sehingga potensi kecacatan dan bahaya pangan kerap tidak terdeteksi secara dini. Belum banyak kajian yang secara spesifik mengintegrasikan pendekatan pengambilan contoh berbasis risiko dengan konsep titik kendali kritis (Critical Control Points/CCP) dalam satu kerangka pengendalian mutu yang utuh. Kajian ini bertujuan menganalisis bagaimana optimasi sistem pengambilan contoh berbasis risiko dapat memperkuat pengendalian mutu produksi pangan melalui pendekatan statistikal dan identifikasi CCP. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap 15 artikel ilmiah terindeks Sinta dan Scopus yang diterbitkan antara 2019–2024, dengan tahapan identifikasi, skrining, kelayakan, dan sintesis sesuai prinsip PRISMA. Data diekstrak berdasarkan tiga dimensi: metode pengambilan contoh yang digunakan, instrumen statistikal yang diterapkan, dan kaitannya dengan titik kendali kritis dalam proses produksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan risk-based sampling yang dikombinasikan dengan Statistical Process Control (SPC) dan acceptance sampling pada CCP terbukti mampu menekan tingkat kecacatan produk hingga lebih efisien dibandingkan pengambilan contoh konvensional. Peta kendali (control chart) berbasis data sampel dari titik-titik berisiko tinggi memberikan sinyal peringatan dini yang lebih akurat terhadap penyimpangan proses. Integrasi sistem pengambilan contoh berbasis risiko dengan kerangka HACCP menghasilkan sistem pengendalian mutu yang lebih responsif, efisien secara biaya, dan sesuai standar keamanan pangan internasional. Keterbatasan kajian ini terletak pada terbatasnya studi empiris yang secara eksplisit mengukur dampak kuantitatif risk-based sampling di industri pangan Indonesia. Temuan ini mengimplikasikan perlunya standarisasi protokol pengambilan contoh berbasis risiko sebagai bagian integral dari sistem manajemen mutu industri pangan nasional.
Copyrights © 2026