Membutuhkan Perlindungan Khusus (UPTD PSRAMPK) Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif. Informan penelitian terdiri atas enam siswa yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan aktif dalam program bimbingan sosial. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahap pengodean, kategorisasi, penentuan tema, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi pencapaian diri siswa berkembang melalui empat aspek utama, yaitu kesadaran terhadap kemampuan diri, peningkatan tanggung jawab, kemampuan menghadapi tantangan dan menerima umpan balik, serta penerapan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Program bimbingan sosial membantu siswa menghubungkan minat dan keterampilan vokasional dengan kedisiplinan, pengelolaan waktu, komunikasi asertif, dan tanggung jawab di lingkungan asrama. Meskipun perubahan yang ditemukan masih bersifat awal dan kontekstual, program tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengenali kemampuan, mengevaluasi perilaku, dan menyusun tujuan pengembangan diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bimbingan sosial berperan dalam memfasilitasi perkembangan potensi pencapaian diri siswa apabila dilaksanakan secara terarah, berkelanjutan, dan disertai pendampingan serta evaluasi yang konsisten.
Copyrights © 2026