Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi rasio volume metanol terhadap minyak biji bunga matahari (Helianthus annuus L.) pada proses transesterifikasi dalam menghasilkan crude biodiesel. Variasi rasio volume metanol:minyak yang digunakan yaitu 1:10, 1:12, dan 1:14. Parameter yang dianalisis meliputi yield crude biodiesel serta karakterisasi awal sifat fisis crude biodiesel berdasarkan nilai densitas dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield crude biodiesel tertinggi diperoleh pada rasio 1:12 dengan nilai rata rata sebesar 84,905%, sedangkan rasio 1:10 dan 1:14 menghasilkan yield masing masing sebesar 77,972% dan 81,104%. Hasil pengujian sifat fisis crude biodiesel menunjukkan bahwa nilai densitas berada pada rentang 863,28–878,62 kg/m³, sedangkan nilai viskositas berada pada rentang 4,63–5,41 cSt. Nilai densitas dan viskositas crude biodiesel yang dihasilkan berada dalam kisaran nilai biodiesel berdasarkan SNI 7182:2024 sebagai acuan pembanding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi rasio metanol:minyak memengaruhi perolehan yield crude biodiesel, sementara karakteristik densitas dan viskositas berada dalam kisaran acuan biodiesel.
Copyrights © 2026