Pengendalian mutu memiliki peran penting dalam agroindustri untuk menjaga kestabilan kualitas produk, memastikan keamanan pangan, serta mendongkrak daya saing industri. Keragaman bahan baku pertanian dan proses produksi yang berlapis-lapis menjadikan sistem pengendalian mutu perlu diterapkan secara terencana dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode pengendalian mutu pada proses produksi dalam menjaga kualitas produk agroindustri serta mengidentifikasi faktor yang mendukung keberhasilan penerapannya. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (literature review) secara sistematis melalui pengumpulan berbagai sumber ilmiah yang relevan pada periode 2018–2025 dan dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Statistical Process Control (SPC) berperan mengendalikan variasi proses dan menurunkan cacat produk, Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) memperkuat keamanan pangan lewat pengawasan titik kendali kritis, sementara diagram fishbone membantu menelusuri akar penyebab penyimpangan mutu. Keberhasilan pengendalian mutu turut dipengaruhi oleh komitmen manajemen, kompetensi sumber daya manusia, fasilitas pendukung, dan budaya mutu organisasi. Dengan demikian, pengendalian mutu yang terintegrasi menjadi strategi penting bagi kualitas dan keberlanjutan agroindustri.
Copyrights © 2026