Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya fenomena pemukiman kumuh pada ruang sungai di Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar. Umumnya pemukiman kumuh diidentikkan dengan wilayah perkotaan namun hal ini terjadi di wilayah pedesaan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi representasi perilaku masyarakat pemukiman kumuh pada ruang sungai serta menganalisis faktor-faktor sosiologis yang mempengaruhinya. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan total responden sebanyak 57 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal tepat di pemukiman kumuh pada bantaran sungai. Analisis yang digunakan untuk membedah fenomena ini adalah teori sosiologi behavioral dari B.F. Skinner. Hasil penelitian menunjukkan representasi perilaku masyarakat terhadap sungai secara mayoritas cenderung negatif yaitu sebesar 52,6% 30 responden, sedangkan perilaku positif berada di angka 47,4% 27 responden. Di sisi lain, hasil terhadap faktor penyebab menunjukkan nilai yang sangat dominan pada ketiga indikator, yaitu faktor pengetahuan skor 1253, faktor sosial skor 643, dan faktor budaya skor 623. Kesimpulannya penelitian ini mengungkap adanya kesenjangan antara aspek kognitif di dalam pikiran warga dengan tindakan nyata mereka di lapangan. B.F. Skinner, tingginya pengetahuan, nilai sosial, dan budaya warga baru sebatas membentuk perilaku tertutup (covert behavior) karena tidak didukung oleh stimulus fisik berupa ketersediaan fasilitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) resmi. Keterbatasan infrastruktur di pemukiman kumuh memaksa mayoritas masyarakat untuk tetap memunculkan respons operan negatif
Copyrights © 2026