Nugget ayam memiliki kandungan gizi tinggi yang berasal dari bahan baku dengan kualitas terbaik, sehingga menghasilkan nugget dengan kualitas yang baik. Pembuatan nugget ayam telah diatur dalam SNI 6683:2014. Menurut SNI 6683:2014, Nugget ayam merupakan produk pangan yang berasal dari pengolahan ayam dengan pencampuran daging ayam dengan atau tidak ada penambahan bahan pangan lain yang sudah diizinkan. Tingginya konsumsi nugget ayam, membuat keamanan bagi konsumen harus ditingkatkan dengan cara pengendalian mutu menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI). Jurnal nasional dengan keyword tersebut memiliki rentan waktu (2016-2026), pengumpulan data ini bersumber dari Research Gate, Google Scholar dan beberapa web jurnal nasional yang relevan dengan penulisan artikel ini. Nugget ayam dengan penambahan kecombrang mengandung kadar air (60,06%), kadar lemak (11,06%), kadar protein (24,22%). Pada nugget ayam dengan tepung betakul mengandung kadar air (42,23%), kadar lemak (46,68%), kadar protein (6,01%.). Sementara, nugget ayam dengan subtisusi tepung ampas tahu mengandung kadar air (10,88%), kadar lemak (7,71%.), kadar protein (12,78%). Syaratm Mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) 6683:2014 kadar air (maksimal 60%), kadar lemak (maksimal 20%), dan kadar lemak (minimal 9%). Ketidak sesuaian hasil penelitian dapat disebabkan kerusakan pada proses pemasakan. Standar Nasional Indonesia (SNI) 6683:2014 diperlukan untuk keamanan konsumen.
Copyrights © 2026