Telur ayam kampung merupakan sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat, tetapi memiliki risiko kontaminasi bakteri Salmonella sp. baik secara vertikal maupun horizontal. Kontaminasi ini dapat terjadi melalui induk ayam yang terinfeksi, lingkungan, debu, tanah, kotoran, serta penanganan pascapanen yang kurang higienis. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme kontaminasi, metode identifikasi, dan upaya pencegahan kontaminasi Salmonella sp. pada telur ayam kampung. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan memanfaatkan data sekunder dari jurnal, buku, skripsi, dan sumber pemerintah dalam 10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa identifikasi Salmonella sp. pada telur umumnya dilakukan melalui kultur mikrobiologi, meliputi tahap pra-pengayaan, pengayaan, isolasi, dan identifikasi menggunakan media selektif seperti XLD, HE, dan BSA. Risiko kontaminasi meningkat selama penyimpanan yang tidak sesuai dan pada telur yang dikonsumsi mentah atau setengah matang. Pencegahan dapat dilakukan melalui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), terutama pada tahap pengumpulan, penyimpanan, pengemasan, dan sanitasi selama distribusi. Dengan penerapan penanganan yang baik, risiko kontaminasi Salmonella sp. pada telur ayam kampung dapat ditekan sehingga keamanan pangan bagi konsumen lebih terjamin.
Copyrights © 2026