Literasi informasi merupakan keterampilang krusial yang wajib dipunyai murid dalam bertahan pada hambatan di era digital, karena kemampuan mengenali kebutuhan informasi, mencari, mengevaluasi, dan memanfaatkannya secara tepat sangat menentukan keberhasilan belajar. Perpustakaan sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan literasi informasi peserta didik, khususnya melalui layanan literasi yang terstruktur. Penelitian ini bermaksud untuk menelaah bagaimana implementasi layanan literasi perpustakaan dalam menguatkan literasi informasi peserta didik di SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus digunakan pada penelitian ini dengan deknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan mengolah data menggunakan model dari Miles dan Huberman yang termasuk dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada hasilnya memperlihatkan bahwa layanan literasi perpustakaan di sekolah ini dijalankan melalui program rutin seperti Morning Reading, diskusi artikel, dan kelompok literasi yang membiasakan peserta didik membaca setiap hari. Guru dan pustakawan berperan aktif sebagai teladan dengan selalu membawa buku, sehingga budaya membaca terbentuk di seluruh lingkungan sekolah. Kondisi ini tidak sekedar menciptakan kebiasaan membaca, melainkan juga memperkuat keterampilan literasi informasi murid untuk membuka, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi untuk mendukung pembelajaran. Meskipun terdapat keterbatasan penggunaan teknologi digital, perpustakaan tetap menjadi pusat utama kegiatan literasi yang efektif karena adanya komitmen guru dan pustakawan. Dengan demikian, implementasi layanan literasi perpustakaan terbukti mampu membangun budaya literasi berkelanjutan sekaligus memperkuat literasi informasi peserta didik secara kritis, mandiri, dan sistematis sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21.
Copyrights © 2026