Peningkatan tekanan darah pada kelompok usia dewasa muda masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia maupun di dunia. Perubahan gaya hidup, seperti pola makan yang kurang sehat dan aktivitas fisik yang rendah, dapat meningkatkan status gizi berlebih sehingga berisiko meningkatkan tekanan darah. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikator antropometri yang paling sering digunakan untuk menilai status gizi, namun memiliki keterbatasan karena tidak dapat menggambarkan distribusi lemak tubuh secara spesifik. Kajian literatur ini bertujuan mengidentifikasi indikator antropometri yang berperan sebagai prediktor peningkatan tekanan darah pada dewasa muda melalui metode studi pustaka (library research). Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkar pinggang (LP), rasio pinggang-pinggul (RLPP), rasio pinggang-tinggi (RLPTB), A Body Shape Index (ABSI), dan persentase lemak tubuh memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memprediksi peningkatan tekanan darah dibandingkan dengan IMT. Kajian ini diharapkan menjadi dasar ilmiah dalam pemilihan indikator antropometri yang lebih akurat untuk menilai status gizi dan memprediksi peningkatan tekanan darah pada dewasa muda.
Copyrights © 2026