cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang
ISSN : 28293851     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang adalah terbitan ilmiah berkualitas tinggi dibidang kesehatan masyarakat.
Articles 29 Documents
APLIKASI DETEKSI DINI COVID-19
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v1i1.67

Abstract

Kota Semarang mempunyai jumlah kasus positif Covid-19 terkonfirmasi per 1 Februari 2022 mencapai 89.390 orang, sedangkan yang meninggal mencapai 6.501 orang. Saat ini sudah ada sistem upaya pemantauan dari pemerintah melalui dinas terkait, namun sistem pemantauan yang fokus pada pemantauan dini faktor risiko dan gejala Covid-19 belum ada, sehingga peneliti ingin membuat sistem pemantauan dini yang dilakukan oleh masyarakat sendiri yang nantinya bisa terkoneksi dengan puskesmas setempat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas dan implementasi EDECO-19 (Early Detection of COVID-19) untuk monitoring dini gejala dan faktor risiko covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) untuk menghasilkan sebuah aplikasi yang disebut EDECO-19 (Early Detection of COVID-19) sebagai early warning system dalam monitoring dini gejala dan faktor risiko Covid-19. Sampai saat ini sudah dihasilkan produk EDECO-19, dan sudah diuji coba di masyarakat terbatas, yaitu di wilayah Kecamatan Gunungpati dan Kecamatan Mangkang, Kota Semarang. Hasilnya, produk ini dapat dijalankan dengan baik, mudah digunakan, dan mampu menemukan informasi yang dibutuhkan berkaitam dengan gejala dan faktor risiko Covid-19 di masyarakat. Untuk selanjutnya akan dilakukan pengembangan dengan uji coba ke masyarakat yang lebih luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EDECO-19 efektif untuk monitoring dini gejala dan faktor risiko covid-19 bagi kader kesehatan desa.
INTERVENSI DAN HAMBATAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v1i1.68

Abstract

Pencegahan dan pengendalian demam berdarah di tataran rumah tangga menjadi kunci keberhasilan penurunan kejadian demam berdarah. Akan tetapi, hambatan dan pengendalian Aedes aegypti di rumah tangga belum diketahui terlebih lagi pada situasi pandemic COVID-19. Kami mensurvey 83 rumah tangga di komunitas risiko tinggi DBD di pinggiran Kota Semarang, Kelurahan Bandarhajo, Indonesia, tentang pengetahuan dan persepsi demam berdarah, intervensi pengendalian vektor, pengeluaran rumah tangga, hambatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian. Hasil studi ini menunjukkan bahwa persepsi tentang kerentanan demam berdarah menurun pada masa pandemic COVID-19 (88.1% menjadi 66.3%), rumah tangga menghabiskan rata-rata bulanan sebesar Rp30,000.- (US$2.10, 14,500), atau 1.50% (kisaran: Rp5,000.-150,000.-(US$0.34-10.34, 0.25%-7.50%) dari pendapatan keluarga mereka pada intervensi pengendalian Ae. Aegypti di masa pandemic COVID-19. Rumah tangga melaporkan intervasi pengendalian paling banyak sebelum dan selama pandemic adalah memberantas sarang nyamuk, memakai lotion/ obat bakar/ semprot anti nyamuk, sedangkan pemanfaatan ikan cukup baik dan pemakain kelambu masih rendah (42.2%,). Kami menemukan 33.7% mengalami hambatan keterbatasan ekonomi, 38.6% kurang informasi, dan 47% karena perubahan pemantauan dan peran dari Tenaga kesehatan/ kader/ Stake holder selama pandemi COVID-19 dalam pengendalian vektor. Efektivitas dan kemudahan dalam aplikasi adalah faktor terpenting yang memengaruhi keputusan orang untuk membeli produk pengendalian nyamuk juga termasuk harga yang terjangkau. Temuan kami dapat menjadi dasar dalam pengembangan intervensi yang akan datang dan menjadi evidence based dalam pengambilan kebijakan oleh sektor kesehatan dan pemerintah, serta memberikan infomasi beban ekonomi terkait pengendalian demam berdarah di masa pandemic COVID-19.
PROGRAM PUBLIC PRIVATE MIX (PPM) TUBERKULOSIS PADA FASILITAS KESEHATAN DI KOTA SEMARANG
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v1i1.69

Abstract

Peran sektor swasta yang tinggi dalam penyediaan pelayanan kesehatan tidak beriringan dengan peran penemuan kasus TB. Rendahnya peran swasta memerlukan penguatan jejaring sektor publik dan swasta yang disebut Public Private Mix (PPM). Peningkatan pemahaman akan peran sektor swasta dan publik dalam penemuan kasus diperlukan sehingga memperkuat manajemen program di pelayanan kesehatan dalam penemuan kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui informasi mendalam dan menganalisis peran pelayanan kesehatan publik maupun swasta di Kota Semarang terhadap pelaksanaan program PPM dari perspektif tenaga kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan cross sectional survey. Sebanyak 35 tenaga kesehatan Puskesmas dan 5 tenaga kesehatan klinik swasta sebagai sampel penelitian dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan uji deskriptif dan uji Chi Square. Hasil penelitian ini diketahui bahwa dari sejumlah 35 fasilitas kesehatan baik fasisiltas publik (pemerintah) maupun privat (swasta), dengan 38 petugas TB di Puskesmas dan 5 petugas kesehatan di Klinik Swasta. Hasil penelitian ini menujukkan sebagian besar fasilitas kesehatan memiliki pengetahuan yang baik mengenai diagnosis, pengobatan, dan pencatatan dan pelaporan TB. Usia, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman kerja, dan lama kerja pada tenaga kesehatan di Puskesmas dan klinik tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan diagnosis, pengobatan, serta pencatatan dan pelaporan sebagai penunjang penegakkan kasus TB dan upaya PPM. Meski demikian, lebih dari 50% tenaga kesehatan Puskesmas dan Klinik bersedia memberikan pelayanan TB melalui DOTS, pendistribusian Obat Anti TB (OAT), melakukan pencatatan dan pelaporan secara rutin, serta bersedia dalam pelaksanaan Pengawas Menelan Obat (PMO).
EPIDEMIOLOGI KECELAKAAN LALU LINTAS: TANTANGAN DAN SOLUSI
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v1i1.70

Abstract

Kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyebab kematian ke-8 di Indonesia dan merupakan penyebab utama kematian pada usia 14– 40 tahun. Secara global, kecelakaan lalu lintas juga menjadi penyebab pertama kematian akibat cedera dengan jumlah terbanyak. Terdapat kenaikan angka kejadian kecelakaan lalu lintas pertahunnya di Indonesia, begitu pula kenaikan jumlah korban meninggal dan luka-luka. Kota Semarang merupakan kota dengan kejadian kecelakaan yang cukup tinggi. Angka kejadian kecelakaan di Kota Semarang meningkat dan jumlah korban terus bertambah, maka diperlukan suatu tindakan untuk mencegah terjadinya hal tersebut. Kajian epidemiologi deskriptif dilakukan guna mendapatkan berbagai informasi yang berkaitan dengan kecelakaan. Faktor kelalaian manusia, kendaraan dan faktor lingkungan dikaji berdasarkan data yang tersedia untuk menemukan faktor-faktor berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kajian epidemiologi analitik juga dilakukan guna mendapatkan hasil analisis mendalam terkait data yang telah ditampilkan kemudian dikaji menggunakan berbagai penelitian serupa yang telah dilakukan di daerah lain. Hasil akhir semua kajian akan didapatkan berbagai tantangan dalam mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Berbagai solusi juga ditawarkan sebagai jawaban dari tantangan yang tersedia untuk mencegah kejadian kecelakaan lalu lintas dan mencegah jatuhnya korban lebih banyak.
BRANCHED CHAIN AMINO ACID (BCAA), SITRULIN, BROMELAIN DAN MUSCLE INJURY
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v1i1.71

Abstract

BCAA merupakan salah satu jenis asam amino yang banyak terdapat di dalam minuman olahraga atau sport drink. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa BCAA secara efektif dapat dapat meningkatkan daya tahan kapasitas latihan, meningkatkan sintesis protein, mengurangi kelelahan otot, melemahkan pemecahan protein otot diinduksi oleh olahraga, dan membantu pemulihan dari kerusakan otot. Selain itu, kandungan sport drink yang baru-baru ini banyak dilakukan penelitian ialah sitrulin dan bromelain. Sitrulin merupakan asam amino non esensial, yang berperan dalam meningkatkan kadar nitrit oksida yang dapat meningkatkan system aliran darah, metabolisme energi otot, dan respirasi mitokondria saat berolahraga, sedangkan bromelain merupakan bahan alami yang kompleks mengandung enzim proteolitik yang berasal dari nanas (Ananas cosmosus).
KARAKTERISTIK ASPEK KESEHATAN LINGKUNGAN DAN PERILAKU PASIEN COVID-19 DALAM PELAKSANAAN ISOLASI MANDIRI
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v1i1.72

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah penyebab penyakit baru yang dikenal dengan nama COVID-19. Perpindahan SARS-CoV-2 dapat terjadi melalui singgungan tidak berjarak dengan orang yang positif terinfeksi, sehingga perlu isolasi mandiri untuk membatasi kontak. Isolasi mandiri di rumah sangat dianjurkan untuk individu yang diyakini telah terpapar COVID-19, baik tanpa gejala maupun dengan gejala ringan. Studi ini bertujuan untuk melihat karakteristik segi kesehatan lingkungan, dan tingkah laku pasien isolasi mandiri COVID-19 yang terdata di Puslakes UNNES. Penelitian menggunakan jenis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan potong lintang. Pemilihan sampel responden menggunakan total sampling dan di dapatkan pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri sebanyak 73 pasien. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Penelitian memberikan hasil pada aspek lingkungan menunjukkan fasilitas sanitasi responden mayoritas baik (95,5%), diikuti desinfeksi (76,7%), kamar tidur memenuhi syarat (75,3%), pengelolaan limbah memenuhi syarat (69,9%), dan kamar mandi memenuhi syarat (64,4%). Berdasarkan aspek perilaku, responden dengan perilaku baik sebesar 54,8%, termasuk dalam kategori yang rendah karena yang baik minimal 80%. Terdapat hubungan antara aspek lingkungan desinfeksi dengan perilaku isoman yang baik pada responden yang terdata di Puslakes UNNES (p value 0,016).
PENGEMBANGAN APLIKASI SIKRIBO (SISTEM SKRINING TUBERKULOSIS)
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v1i2.73

Abstract

Angka penemuan kasus Tuberkulosis (TB) di Indonesia masih rendah. Rendahnya penemuan kasus secara dini akan menyebabkan peningkatan angka penularan TB di masyarakat. Untuk mencegah hal tersebut, maka diperlukan suatu pengembangan alat skrining (deteksi) dini TB dengan pemanfaatan teknologi untuk membantu dalam penemuan kasus TB di masyarakat. Belum adanya pengembangan aplikasi skrining TB di Kota Semarang. Tujuan penelitian ini untuk melakukan pengembangan aplikasi skrining Tuberkulosis berbasis mobile. Penelitian dengan metode Design Science Research Methodology (DSRM) ini mengembangkan produk penelitian ini berupa aplikasi SIKRIBO (Sistem Skrining Tuberkulosis) yaitu aplikasi deteksi dini terduga penyakit tuberkulosis berbasis mobile. Hasil penelitian ini telah dikembangkan sebuah aplikasi berbasi android yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam membantu fasilitas kesehatan melakukan penemuan kasus TB di masyarakat yang dinamakan aplikasi SIKRIBO. Terdapat 4 menu utama dalam aplikasi SIKRIBO, meliputi 1) Temukan TB, 2) Edukasi TB, 3) Info Terkini, dan 4) Profil. Aplikasi ini terintegrasi dengan website yang digunakan oleh Puskesmas dan tim peneliti untuk menyunting konten, merekap data hasil skrining, dan memantau pelaksanaan skrining di masyarakat. Perlu pengembangan lebih merinci pada aplikasi ini tidak hanya sebagai alat skrining namun sebagai alat untuk menindaklanjuti pemeriksaan dan pengobatan bagi pasien yang terduga TB.
GAMBARAN EKOLOGI VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE DALAM PENELUSURAN KASUS COVID-19 DI DAERAH ENDEMIS DBD KOTA TEMANGGUNG
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v1i2.74

Abstract

Dampak signifikan dari co-sirkulasi virus dengue dengan COVID-19 pada sistem kekebalan tubuh. Pengetahuan mengenai tanda-tanda awal / gejala klinis kasus dapat membantu mencegah terjadinya keparahan penyakit yang lebih berat karena terjadi koinfeksi. Penemuan kasus COVID-19 di wilayah endemis DBD pun sering terjadi. Pembatasan jarak sosial sebagai pencegahan penularan COVID-19, dapat berdampak pada kejadian DBD. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mendapat gambaran ekologi vektor Demam Berdarah Dengue dalam penelusuran kasus Covid-19 di wilayah endemis DBD. Penelitian dilaksanakan daerah Kota Temanggung yang termasuk wilayah endemis DBD. Penelitian dilaksanakan dengan desain observasi analitik. Responden dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Deskripsi ekologi vektor DBD didapat dengan menganalisa data sekunder serta primer dalam penelusuran kasus Covid-19 di daerah endemis DBD di Kota Temanggung. Hasil penelitian menunjukkan bentuk topografi cekungan atau depresi mendominasi wilayah Kabupaten Temanggung. Daerah berbentuk pegunungan dan bukit dengan wilayah dataran lebih rendah dibagian tengah. Kejadian DBD maupun Covid-19 lebih banyak terjadi pada lahan pemukiman daripada lahan lainnya. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kepadatan penduduk, kebersihan lingkungan, aktivitas warga. Ditemukan ada 7 wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Temanggung terdapat kasus Covid-19 dengan riwayat DD dan DBD. Dominasi penderita DBD sebanyak 84,49% berada di wilayah dengan status endemis di tingkat desa maupun kelurahan. Sebanyak 7 kecamatan berstatus wilayah endemik ditemukan kasus Covid-19 dengan riwayat pernah positif DBD dan DD.
POTENSI EKSOPOLISAKARIDA BAKTERI ASAM LAKTAT UNTUK MENCEGAH DAN MENGENDALIKAN DIABETES MELLITUS TIPE 2
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v1i2.75

Abstract

Bakteri Asam Laktat (BAL) merupakan salah satu potensi indigenus Indonesia yang berhasil diisolasi dari berbagai makanan fermentasi. BAL bersifat menguntungkan di bidang pangan maupun kesehatan. BAL juga memiliki potensi sebagai probiotik dengan berbagai manfaat fungsional bagi tubuh. Studi yang telah dilakukan melaporkan bahwa produk pangan yang difermentasi dengan BAL akan meningkatkan aktivitas antioksidan dan penghambatan terhadap α-glukosidase. Produk pangan dengan kandungan antioksidan tinggi mampu menurunkan inflamasi pada kondisi diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) sehingga menurunkan glukosa darah. Salah satu mekanisme penurunan glukosa darah adalah melalui penurunan ekspresi gen pengendali proses glukoneogenesis di hati yaitu gen fosfoenol piruvat karboksikinase (Pepck) dan glucose-6-fosfatase (G6pc). Komponen yang diduga berperan dalam mekanisme penurunan glukosa darah oleh BAL adalah eksopolisakarida (EPS). Eksopolisakarida merupakan metabolit sekunder BAL yang mampu menempel dan berkolonisasi di mukosa usus sehingga menekan pertumbuhan patogen. Tantangan pengembangan BAL sebagai probiotik adalah pada saat komersialisasi produk. BAL harus mudah dikulturkan pada skala besar dan harus bertahan selama proses fermentasi atau pengolahan. BAL harus tetap stabil dan bertahan viabilitasnya di dalam produk selama pemasaran, serta tetap memiliki sifat fungsional sebagai probiotik ketika berada di kolon.
YOGURT KULIT BUAH NAGA MERAH DAN HIPERGLIKEMIA
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v1i2.76

Abstract

Hiperglikemia memicu Reactive Oxygen Species (ROS). Akumulasi ROS yang berlebihan dapat mengganggu permeabilitas membran dan kadar glukosa darah. Kandungan antioksidan pada yogurt kulit buah naga yang dikombinasi tepung tempe memiliki potensi dalam memperbaiki kadar glukosa darah. Penelitian ini merupakan true experimental dengan metode randomized controlled pre-test-post test design. Tikus Sprague dawley (SD) jantan secara acak dibagi menjadi enam kelompok. Pembagian meliputi kontrol negatif (K-); kontrol positif (K+); yogurt kulit buah naga merah dan tepung tempe (BAL) sebanyak 3.6 ml (P1); yogurt kulit buah naga merah dan tepung tempe (starter komersial) sebanyak 3.6 ml (P2); yogurt kulit buah naga merah dan tepung tempe (BAL) sebanyak 1.8 ml (P3); yogurt kulit buah naga merah dan tepung tempe (starter komersial) sebanyak 1.8 ml (P4). Masing-masing kelompok sebanyak lima ekor. Kondisi hiperglikemia menggunakan streptozotocin dan NA secara intraperitoneal. Yogurt diberikan secara sonde 1x/hari selama 28 hari. Lokasi penelitian di Laboratorium Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gajah Mada pada Mei – Agustus 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kelompok mempunyai perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah intervensi (p <0.05). Yogurt kulit buah naga merah dan tepung tempe (BAL) sebanyak 3.6 ml memberikan penurunan kadar glukosa darah paling banyak dibandingkan kelompok yang lain.

Page 1 of 3 | Total Record : 29