Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak serta berdampak terhadap kualitas Sumber Daya Manusia. Kejadian stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor keluarga seperti peran ayah dalam pengasuhan dan ketahanan pangan rumah tangga. Peran ayah berkontribusi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan fisik, emosional, dan gizi anak, sedangkan ketahanan pangan keluarga berperan dalam menjamin ketersediaan serta akses terhadap pangan yang cukup dan bergizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran ayah dan ketahanan pangan keluarga terhadap kejadian stunting berdasarkan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah dan publikasi terpercaya dalam 10 tahun terakhir yang diperoleh melalui Google Scholar, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan World Health Organization (WHO). Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara peran ayah dan ketahanan pangan keluarga dengan kejadian stunting pada balita. Keterlibatan ayah yang baik dalam pengasuhan serta kondisi ketahanan pangan keluarga yang memadai dapat mendukung terpenuhinya kebutuhan gizi anak sehingga menurunkan risiko terjadinya stunting. Sebaliknya, rendahnya keterlibatan ayah dan kondisi kerawanan pangan dapat meningkatkan risiko stunting.
Copyrights © 2026