Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran berpusat pada manusia (human centric marketing) yang diterapkan oleh merek streetwear lokal, RUCAS, dalam memitigasi kejenuhan iklan digital (ad fatigue) serta membangun loyalitas konsumen yang kuat. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Netnografi, imersi mendalam dan ekstraksi data dilakukan pada ekosistem digital RUCAS di Platform media sosial TikTok. Data penelitian terdiri dari arsip interaksi tekstual, konten multimedia, dan perilaku pasar nyata yang divalidasi melalui teknik triangulasi siber, data penelitian dilakukan sejak 28 Febuari hingga 15 Juli 2026 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa RUCAS berhasil mengatasi resistensi digital dengan bertransformasi menjadi human like brand yang memenuhi dimensi fisik, intelek, sosial, emosional, dan moral. RUCAS secara konsisten memadukan strategi kelangkaan produk (scarcity marketing) dengan kehangatan komunikasi dua arah, pelibatan audiens sebagai co creator, serta transparansi radikal pemilik merek saat menghadapi kendala operasional. Dinamika ini memicu ilusi resiprositas digital dan membentuk komunitas siber eksklusif "Rucas Warriors". Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis baru dalam studi komunikasi bisnis melalui konsep Humanistic Scarcity dan Vulnerability Paradigm, yang membuktikan bahwa pengakuan atas keterbatasan organik dan praktik autentisitas di ranah digital mampu meningkatkan kepercayaan merek dan modal sosial.
Copyrights © 2026