Quarter Life Crisis merupakan tahap peralihan pada orang dewasa muda yang sering disertai oleh perasaan gelisah, ketidakpastian tentang masa depan, serta tekanan eksistensial yang dapat menyebabkan stres hingga depresi. Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana Pendidikan Agama Kristen (PAK) dapat berfungsi sebagai alat untuk mendampingi kesehatan mental dan spiritual dalam mengatasi krisis tersebut. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan penelitian pustaka. Hasil analisis mengindikasikan bahwa PAK berperan melalui tiga elemen penting: (1) perubahan cara berpikir (metanoia) berdasarkan ajaran Alkitab tentang identitas diri dalam Kristus, (2) penyediaan komunitas yang mendukung (koinonia) sebagai tempat aman untuk mengungkapkan kesulitan, dan (3) penerapan praktik spiritual sebagai strategi koping yang positif. Dengan memasukkan nilai-nilai kepercayaan, individu yang mengalami QLC dapat mengubah cara pandang terhadap krisis dari suatu ancaman menjadi kesempatan untuk pertumbuhan iman. Artikel ini menekankan bahwa peningkatan literasi kesehatan mental yang berbasis iman dalam kurikulum PAK sangat penting untuk ketahanan psikologis generasi muda Kristen.
Copyrights © 2026