Jurnal Ilmu Lingkungan
Vol 24, No 3 (2026): May 2026

Analisis Spasial Kerawanan Banjir di DAS Citarum Hulu: Studi Komparatif 2018 dan 2024 pada Sub DAS Cirasea

Linasari Putri Bangun (School of Environmental Science, Universitas Indonesia, Jl. Salemba Raya No. 4, Kampus UI Salemba, Jakarta, 10430 Indonesia)
Hayati Sari Hasibuan (School of Environmental Science, Universitas Indonesia, Jl. Salemba Raya No. 4, Kampus UI Salemba, Jakarta, 10430 Indonesia)
Ivan Syamsurizal (Coordinating Ministry for Human Development and Cultural Affairs, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta Pusat, Indeonsia)



Article Info

Publish Date
06 Aug 2026

Abstract

Meningkatnya frekuensi dan intensitas kejadian banjir di Daerah Aliran Sungai Citarum Hulu, Jawa Barat, menandakan perlunya penilaian bahaya banjir yang akurat menggunakan metodologi berbasis spasial. Sub-DAS Cirasea, yang terletak di daerah hulu yang kritis, semakin rentan karena faktor alam dan antropogenik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perubahan spasial-temporal dalam tingkat bahaya banjir antara tahun 2018 dan 2024 di Sub-DAS Cirasea. Temuan menunjukkan adanya pergeseran penting dalam distribusi bahaya banjir. Dari tahun 2018 hingga 2024, area yang diklasifikasikan sebagai bahaya rendah meningkat sebesar 5,96%, bahaya sedang menurun sebesar 5,98%, dan bahaya tinggi sedikit meningkat sebesar 2,05%. Pola spasial menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan dan curah hujan berkontribusi terhadap peningkatan zona berisiko tinggi, terutama di daerah hilir. Analisis spasial menunjukkan bahwa meskipun upaya mitigasi tertentu mungkin telah mengurangi risiko banjir di beberapa daerah, yang lain justru memburuk, yang mengindikasikan adanya manajemen risiko yang tidak merata. Studi ini merekomendasikan untuk memprioritaskan pengendalian konversi lahan melalui zonasi dan tata ruang serta pemanfaatan teknologi green infrastructure diprioritaskan dalam kawasan permukiman baru.

Copyrights © 2026