Latar Belakang: Bayi prematur dengan gangguan respirasi sering memerlukan bantuan napas non-invasif (nCPAP). Penggunaan nCPAP dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko terjadinya MDRPI, terutama pada area hidung akibat tekanan dari nasal prong. Kulit bayi prematur yang tipis dan imatur meningkatkan kerentanan terhadap cedera tekanan. Tujuan: Menganalisis penerapan bundle perawatan hidung terhadap risiko MDRPI pada bayi prematur dengan nCPAP di ruang NICU. Metode: Studi kasus deskriptif pada dua bayi prematur yang menggunakan nCPAP di ruang NICU RS X Jakarta. Intervensi dilakukan selama 3 hari menggunakan penerapan bundle perawatan hidung meliputi pengkajian kulit hidung, pemilihan ukuran prong yang sesuai, penggunaan hydrocolloid, reposisi interface, serta menjaga kebersihan area hidung. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi MDRPI dan monitoring respirasi. Hasil: Pada responden pertama (By. Ny. A), ditemukan kemerahan ringan pada hari pertama dengan skor MDRPI 1, kemudian membaik menjadi skor 0 pada hari kedua dan ketiga. Responden kedua (By. Ny. L) menunjukkan skor MDRPI 0 sejak hari pertama hingga hari ketiga. Monitoring respirasi menunjukkan perbaikan berupa penurunan frekuensi napas, saturasi oksigen stabil 98–100%, FiO₂ tetap 21%, dan berkurangnya retraksi. Kesimpulan: Bundle perawatan hidung efektif dalam mencegah MDRPI pada bayi prematur dengan nCPAP serta mendukung stabilitas respirasi. Intervensi ini direkomendasikan sebagai standar asuhan keperawatan berbasis evidence-based practice di NICU.
Copyrights © 2026