Data Daerah Irigasi Cipurut tersimpan secara terpisah dalam layer spasial, dokumen Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI) dan Kondisi Jaringan (Konjar) tahun 2025, serta berkas foto sehingga pengguna harus mencocokkan beberapa sumber untuk memperoleh informasi objek. Penelitian ini bertujuan merancang basis data geospasial terintegrasi, membangun WebGIS yang dapat diakses melalui browser, serta mengevaluasi fungsionalitas, efektivitas tugas, dan usability. Metode waterfall meliputi analisis kebutuhan, perancangan basis data dan sistem, pembangunan, pengujian, dan implementasi. Data spasial diperiksa dan diseragamkan, dihubungkan dengan IKSI, Konjar, dan 170 foto, lalu disimpan dalam GeoPackage menggunakan EPSG:32749. Objek yang sesuai dengan definisi dan geometri Katalog Unsur Geografi Indonesia (KUGI) versi 5.1 mengikuti katalog, sedangkan bangunan irigasi tanpa padanan sesuai menggunakan skema khusus proyek. WebGIS dibangun dengan QGIS, qgis2web, dan Leaflet. Black-box testing, Task Completion Rate (TCR), dan System Usability Scale (SUS) melibatkan 20 responden purposive. Seluruh 13 fungsi menghasilkan keluaran sesuai rancangan. Responden menyelesaikan 134 dari 140 tugas sehingga TCR mencapai 95,71%, sedangkan skor rata-rata SUS sebesar 80,25 termasuk kategori sangat baik. Sistem terintegrasi menyajikan lokasi, atribut pengelolaan, dan foto dalam satu antarmuka sehingga mempermudah akses informasi, tetapi penyuntingan daring belum termasuk dalam ruang lingkupnya.
Copyrights © 2026