Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan motivasi belajar dan kemampuan self-regulated learning mahasiswa pendidikan matematika berdasarkan tujuan penggunaan media sosial, yang meliputi edukasi, komunikasi akademik, dan hiburan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif. Sampel penelitian berjumlah 116 mahasiswa pendidikan matematika yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Data diperoleh melalui penyebaran angket yang mengukur tujuan penggunaan media sosial, motivasi belajar, dan kemampuan self-regulated learning. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji nonparametrik Kruskal-Wallis H karena data penelitian tidak memenuhi asumsi normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menggunakan media sosial untuk tujuan edukasi (81,03%), diikuti hiburan (12,07%) dan komunikasi akademik (6,90%). Selain itu, YouTube menjadi platform yang paling banyak dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika dengan nilai rata-rata 4,01, disusul TikTok sebesar 3,51 dan Instagram Reels sebesar 3,23. Hasil uji Kruskal-Wallis H menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan motivasi belajar yang signifikan berdasarkan tujuan penggunaan media sosial (Chi-Square = 1,205; df = 2; p = 0,547). Hasil serupa juga ditemukan pada kemampuan self-regulated learning, yang menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok tujuan penggunaan media sosial (Chi-Square = 3,791; df = 2; p = 0,150). Temuan ini mengindikasikan bahwa tujuan penggunaan media sosial belum dapat dijadikan faktor pembeda motivasi belajar maupun kemampuan self-regulated learning mahasiswa pendidikan matematika. Oleh karena itu, faktor lain seperti kemandirian belajar, lingkungan belajar, dan karakteristik individu diduga memiliki kontribusi yang lebih besar dalam memengaruhi kedua variabel tersebut.
Copyrights © 2026