Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji esensi dan eksistensi Tuhan dari sudut pandang doktrin agama serta filsafat, khususnya perspektif theisme dan atheisme. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, berbagai literatur yang relevan dianalisis untuk memahami konsep ketuhanan, argumen keberadaan Tuhan, serta pandangan kritis terhadap eksistensi-Nya. Fokus utama penelitian adalah menyoroti persamaan dan perbedaan yang terdapat dalam berbagai doktrin keagamaan dan pemikiran filsafat mengenai Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat theisme, seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles dan Thomas Aquinas, memperkuat keberadaan Tuhan sebagai penggerak utama, sumber segala sesuatu, dan standar tertinggi moralitas. Di sisi lain, pandangan atheisme, seperti yang diwakili oleh Friedrich Nietzsche dan Sigmund Freud, mempertanyakan dan menolak eksistensi Tuhan dengan argumen nihilisme dan psikologi. Meskipun terdapat perbedaan mendasar antara kedua pandangan tersebut, satu kesamaan dapat diidentifikasi, yaitu pengakuan terhadap pentingnya nilai moral yang menjadi inti dari konsep ketuhanan dalam peradaban manusia. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Tuhan, baik diterima sebagai eksistensi absolut maupun ditolak, tetap menjadi sumber moralitas dan kebaikan universal. Pemahaman ini membuka ruang untuk dialog dan toleransi antar pandangan yang berbeda, dengan menempatkan nilai-nilai positif sebagai prioritas utama dalam membangun harmoni kehidupan bersama.
Copyrights © 2026