Amos 9:11 merupakan salah satu teks penting dalam Perjanjian Lama yang berbicara tentang janji Allah untuk mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh. Ayat ini sering dipahami sebagai nubuatan tentang pemulihan umat Allah, namun makna teologisnya masih ditafsirkan secara beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji restorasi pondok Daud sebagai pemulihan akses kepada hadirat Allah melalui kajian teologis terhadap Amos 9:11 serta melihat implikasinya bagi gereja masa kini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), melalui analisis terhadap Alkitab, buku-buku teologi, dan berbagai jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restorasi pondok Daud tidak hanya berkaitan dengan pemulihan kerajaan Daud, tetapi juga menunjuk pada pemulihan hubungan antara Allah dan umat-Nya. Kehadiran Allah menjadi pusat dari konsep pemulihan tersebut, sehingga pondok Daud dapat dipahami sebagai gambaran dipulihkannya akses umat kepada hadirat Allah. Kajian ini juga menunjukkan bahwa pemulihan merupakan inisiatif Allah yang lahir dari kesetiaan-Nya terhadap janji-Nya. Bagi gereja masa kini, pemahaman ini menjadi pengingat untuk membangun kehidupan yang berpusat pada Allah melalui doa, pujian, dan penyembahan yang lahir dari hubungan yang dekat dengan-Nya.
Copyrights © 2025