Kesemek (Diospyros kaki L.) merupakan komoditas hortikultura potensial di dataran tinggi yang memerlukan evaluasi lahan untuk menjamin produktivitas optimal dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untukĀ mengevaluasi tingkat dan distribusi kesesuaian lahan untuk tanaman kesemek secara spasial di Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Metode yang digunakan adalah analisis spasial parameter curah hujan, tekstur tanah, pH tanah, gradien lereng, dan kedalaman tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian lahan di Kabupaten Bayongbong didominasi oleh kelas Cukup Sesuai (S2) yang meliputi area seluas 2.304,06 ha (52,12%), diikuti oleh kelas Sangat Sesuai (S1) yang meliputi area seluas 1.800,32 ha (40,72%). Sisanya adalah kelas Kurang Sesuai (S3) seluas 314,57 ha (7,12%) dan Tidak Sesuai (N) hanya seluas 2,00 ha (0,05%). Faktor pembatas utama pada kelas N adalah kedalaman tanah yang dangkal dan kelerengan yang sangat curam. Secara keseluruhan, Kecamatan Bayongbong sangat potensial untuk pengembangan kesemek, namun memerlukan manajemen lahan yang tepat pada area S2 dan S3 guna meningkatkan produktivitas.
Copyrights © 2026