Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2026 menandai babak baru dalam standardisasi evaluasi kognitif individu pasca-penghapusan Ujian Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif tantangan teknis, capaian akademis, serta implikasi kebijakan dari implementasi TKA berbasis komputer. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi simulasi ujian CAT (Computer Adaptive Testing), penyebaran angket kecemasan akademis, serta wawancara mendalam bersama proktor, guru bimbingan konseling, dan siswa kelas IX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian teknis sekolah berada pada kategori sangat memadai melalui optimalisasi infrastruktur eks-Asesmen Nasional. Kendati demikian, tantangan psikologis berupa tingginya tingkat kecemasan tes (test anxiety) pada siswa mencuat akibat digunakannya skor TKA sebagai pembobot utama dalam PPDB jalur prestasi. Implikasi kebijakan dari riset ini menegaskan perlunya reformasi pedagogis menyeluruh menuju metode pembelajaran mendalam (deep learning) guna memperkuat daya nalar kontekstual siswa di tingkat tapak.
Copyrights © 2026