Keluarga berisiko stunting merupakan keluarga yang memiliki faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting pada anak. Jumlah keluarga berisiko stunting termasuk data cacah (count data) yang umumnya dimodelkan menggunakan regresi Poisson. Namun, model regresi Poisson mengasumsikan kondisi equidispersi, yaitu nilai rata-rata sama dengan varians. Overdispersi terjadi ketika varians lebih besar daripada rata-rata. Dalam kasus seperti itu, model alternatif yang lebih sesuai diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan model terbaik jumlah keluarga yang berisiko stunting pada tingkat kecamatan di Provinsi Papua Barat pada tahun 2024 dengan menggunakan regresi Generalized Poisson, Quasi Poisson, dan Binomial Negatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua Barat yang mencakup 86 kecamatan. Variabel independen yang digunakan adalah jumlah keluarga tidak mempunyai sumber air minum utama yang layak, jumlah keluarga tidak mempunyai jamban yang layak, jumlah PUS 4 Terlalu, dan jumlah keluarga bukan peserta KB modern. Hasil analisis menunjukkan bahwa data mengalami overdispersi dengan nilai sebesar berdasarkan uji Deviance dan berdasarkan uji Pearson Chi-Square. Berdasarkan kriteria Root Mean Square Error (RMSE), model Quasi Poisson memberikan nilai RMSE terkecil sebesar , dibandingkan Generalized Poisson sebesar dan Binomial Negatif sebesar . Oleh karena itu, model terbaik untuk memodelkan jumlah keluarga yang berisiko stunting di Provinsi Papua Barat pada tahun 2024 adalah regresi Quasi Poisson.
Copyrights © 2026